Diary Fimela: Keeln Ceramics Berbagi Cerita Melalui Hasil Tangan Menciptakan Karya Seni Keramik

Proses membangun Keeln Ceramics tidak semulus yang dibayangkan. Mereka menerima cukup banyak lika-liku yang perlu diselesaikan bersama. Persoalan pertama datang pada aspek produksi, mengingat jangka waktu produksi yang lama membuat Keeln Ceramics menjadi terbatas menerima pesanan.

Tidak hanya itu, mereka menilai bahwa tingkat kegagalan dalam mengerjakan kerajinan keramik cukuplah tinggi dan perlu berhati-hati cukup ekstra untuk mengerjakannya. Ketidakpuasan customer juga menjadi mimpi buruk mereka karena kerajinan yang diproduksi secara handmade dinilai sulit identik dengan contoh aslinya.

Mereka juga merasa bahwa keahlian sebagai seniman karya seni terapan, khususnya keramik, dinilai belum cukup untuk membangun sebuah bisnis kerajinan keramik. Membuat sebuah brand merupakan hal lain yang memerlukan kemampuan manajerial dalam membangun sebuah bisnis. Hingga kini, Everina dan Emily juga masih mengasah dan mengembangkan kemampuan mereka membuat kerajinan keramik.

Everina dan Emily membangun bisnis ini tentu dengan tujuan yang ingin mereka capai bersama sebagai sebuah brand. Tentu mereka berharap bisa menjalankan bisnis ini secara full time, karena hingga kini mereka masih menjalankan secara terbagi dengan kesibukan lainnya. Tidak hanya itu, makin dikenal banyak orang menjadi harapan yang mereka ingin wujudkan bersama. Mereka juga berharap melalui Keeln Ceramics bisa berbagi cerita melalui kerajinan keramik yang bernilai.     

 

*Penulis: Fani Varensia

 

 

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *